BLANGPIDIE — Bupati Abdya Safaruddin mengemukakan wacana tersebut saat memimpin kegiatan Tanam Perdana Padi Gadu Tahun 2026 di Desa Suak Nibong, Kecamatan Tangan-Tangan, Senin (8/6/2026). Menurutnya, biaya pengolahan lahan masih menjadi salah satu komponen pengeluaran terbesar yang harus ditanggung petani. Ia berharap subsidi ini bisa meningkatkan semangat petani dan menjaga produktivitas lahan.
Skema Subsidi dan Syarat Keuangan Daerah
“Kita ingin petani memperoleh manfaat yang lebih besar dari setiap musim tanam. Jika ketersediaan lahan mencukupi dan kemampuan keuangan daerah mendukung, maka pada tahun 2027 kita akan mulai memberikan subsidi ongkos bajak sawah,” ujar Safaruddin. Pemerintah daerah belum merinci besaran subsidi per hektare karena masih dalam tahap wacana dan kajian anggaran.
Target Alat Mesin Pertanian: 30 Traktor dan 30 Combine Harvester
Selain subsidi, Safaruddin juga menargetkan penambahan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara signifikan. Ia memasang target menghadirkan 30 unit combine harvester dan 30 unit traktor empat roda selama satu periode kepemimpinannya. “Melalui komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat, kita terus mengupayakan tambahan bantuan alsintan,” katanya.
Kehadiran alsintan dalam jumlah memadai diyakini mampu meningkatkan efisiensi kerja petani dan mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja musiman. Modernisasi pertanian dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus mempercepat proses tanam dan panen.
Produktivitas Padi Abdya Capai 7.200, Tertinggi di Barat Selatan Aceh
Safaruddin turut memaparkan capaian produktivitas padi Abdya yang menunjukkan tren positif. Berdasarkan indikator pemerintah pusat, produktivitas padi daerah tersebut mencapai angka 7.200. Capaian itu menempatkan Abdya sebagai salah satu kawasan dengan potensi pertanian unggulan di wilayah Barat Selatan Aceh.
Ia menilai capaian tersebut menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Namun, peningkatan produksi harus berjalan seiring dengan penguatan tata niaga agar nilai tambah hasil pertanian tetap berada di daerah.
Pemkab Aktifkan Kembali RMU dan Bentuk BUMD Pangan
Untuk mendukung tujuan tersebut, Pemkab Abdya kini mengupayakan pengaktifan kembali Rice Milling Unit (RMU) di Kecamatan Tangan-Tangan. Pemerintah daerah juga mempercepat pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang nantinya akan berperan dalam menjaga stabilitas harga beras sekaligus memperkuat rantai distribusi hasil pertanian.
“Prinsipnya dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Masyarakat Abdya harus menjadi pihak yang paling merasakan manfaat dari sektor pertanian yang kita bangun bersama,” tutur Safaruddin.
Melalui program subsidi bajak sawah, penambahan alsintan, penguatan infrastruktur pascapanen, serta pembentukan BUMD pangan, Pemkab Abdya optimistis mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkokoh posisi Abdya sebagai salah satu lumbung pangan utama di Aceh.