ACEH — Beban keuangan yang ditanggung PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terkait proyek PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tidak akan dibiarkan menggantung. Danantara Indonesia, sebagai holding investasi negara, memastikan penyelesaiannya akan dilakukan secara bertahap di tengah banyaknya pekerjaan rumah lain di lingkungan BUMN.
Hal itu ditegaskan langsung oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/6). Ia mengakui bahwa persoalan yang kini dihadapi perusahaan pelat merah merupakan akumulasi masalah yang sudah ada jauh sebelum Danantara dibentuk.
Warisan Masalah yang Menumpuk
Dony menjelaskan, dimensi permasalahan yang harus dibenahi di tubuh BUMN sangatlah besar. Oleh karena itu, pihaknya tidak bisa menyelesaikan semuanya secara serentak. Energi dan sumber daya yang ada menjadi pertimbangan utama dalam menuntaskan setiap persoalan.
"Kami yang sekarang ini sebenarnya sedang menyelesaikan