Pencarian

Lahir di Hutan Aceh Besar, Bayi Orangutan dari Induk Wenda Jadi Bukti Rehabilitasi Satwa Berhasil

Minggu, 02 Agustus 2026 • 20:00:01 WIB
Lahir di Hutan Aceh Besar, Bayi Orangutan dari Induk Wenda Jadi Bukti Rehabilitasi Satwa Berhasil
Bayi orangutan dari induk Wenda terpantau dalam gendongan saat pemantauan di Cagar Alam Jantho, Aceh Besar, Selasa (29/7/2026).

ACEH BESAR — Kabar baik datang dari upaya pelestarian satwa liar di Sumatra. Tim Post Release Monitoring (PRM) menemukan induk orangutan bernama Wenda tengah menggendong bayinya yang diperkirakan baru berusia kurang dari sepekan saat pemantauan dilakukan pada Selasa (29/7/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Kelahiran ini bukan sekadar peristiwa alam biasa. Wenda adalah orangutan sitaan yang diselamatkan dari perdagangan satwa liar dan dibawa ke Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan SOCP Sibolangit pada 2009 silam, saat usianya masih sekitar satu tahun.

Perjalanan Panjang Wenda dari Korban Perdagangan ke Hutan Bebas

Setelah melalui proses rehabilitasi, Wenda dilepasliarkan ke habitat alaminya di Cagar Alam Jantho. Ia telah hidup mandiri di kawasan hutan Aceh Besar selama lebih dari satu dekade. Tanda-tanda kehamilan Wenda sendiri mulai terpantau sejak Januari 2026 melalui perubahan fisik yang diamati tim monitoring.

Kepala Balai KSDA Aceh Ujang Wisnu Barata menegaskan keberhasilan ini merupakan buah kolaborasi panjang antara pemerintah, mitra konservasi, dan masyarakat. Komitmen menjaga kelestarian Cagar Alam Jantho terus diperkuat melalui pengawasan kawasan dan pencegahan perusakan hutan.

“Komitmen untuk menjaga kelestarian Cagar Alam Jantho sebagai habitat orangutan sumatera dengan memperkuat pengawasan, meningkatkan kolaborasi dengan mitra konservasi, serta melibatkan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman perusakan dan perdagangan satwa liar. Keberhasilan ini adalah kerja bersama, dan kami percaya bahwa dengan sinergi semua pihak masa depan orangutan sumatera dan habitatnya akan tetap terjaga,” kata Ujang, dikutip Sabtu (2/8/2026).

Simbol Harapan bagi Ekosistem Hutan Indonesia

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut kelahiran bayi orangutan tersebut sebagai simbol harapan baru bagi keberlangsungan ekosistem hutan Indonesia. Pemerintah berkomitmen memperkuat upaya konservasi, termasuk memberantas perdagangan satwa liar ilegal.

Kelahiran ini juga membuktikan bahwa satwa hasil rehabilitasi mampu bertahan hidup dan berkembang biak secara alami di habitatnya. Hal ini menjadi indikator penting bahwa ekosistem Cagar Alam Jantho masih mampu mendukung kehidupan orangutan Sumatra yang berstatus kritis.

Dengan lahirnya bayi betina ini, populasi orangutan Sumatra di kawasan reintroduksi Jantho bertambah. Tim PRM akan terus memantau perkembangan induk dan anak untuk memastikan keduanya dalam kondisi sehat dan mampu beradaptasi dengan lingkungan hutan.

Bagikan
Sumber: viva.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks