Pencarian

BEI Terapkan Short Selling dan Saham Rp 1, Mirae Wanti Risiko Volatilitas

Selasa, 15 September 2026 • 15:01:01 WIB
BEI Terapkan Short Selling dan Saham Rp 1, Mirae Wanti Risiko Volatilitas
Bursa Efek Indonesia menerapkan kembali short selling dan batas minimum harga saham Rp 1 mulai 15 September 2026.

ACEH — Kebijakan ini berlaku setelah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan pertimbangan kesiapan infrastruktur, mitigasi risiko, dan efektivitas pengawasan. BEI akan menerbitkan Daftar Efek Short Selling pada 28 September 2026, yang mulai efektif untuk periode Oktober 2026.

Di sisi lain, kebijakan penurunan batas minimum harga saham dari Rp 50 menjadi Rp 1 berjalan bersamaan. Dua kebijakan ini menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi mengubah pola perdagangan saham, terutama di saham berkapitalisasi kecil dan saham tidur.

Risiko Volatilitas dan Pergerakan Harga Ekstrem

Head of Research and Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menilai penerapan kedua kebijakan secara bersamaan perlu dicermati karena berpotensi menimbulkan sentimen negatif di pasar.

"Kalau diterapkan secara bersamaan saya rasa harus lebih berhati-hati. Ada risiko kalau kedua kebijakan tersebut diterapkan secara bersamaan," kata Rully dalam Media Day Mirae September 2026 secara virtual, Selasa (15/9).

Menurut dia, kombinasi short selling dan perubahan batas minimum harga saham dapat membuat pergerakan harga saham menjadi lebih ekstrem. Kondisi tersebut berpotensi memicu sentimen negatif yang berlebihan.

Risiko ini bukan tanpa dasar. Short selling adalah transaksi penjualan saham yang dilakukan investor dengan meminjam saham terlebih dahulu, lalu berharap membelinya kembali di harga lebih rendah. Risiko kerugiannya relatif tinggi karena investor menjual sebelum memiliki sahamnya.

IHSG Turun 0,87%, Sektor Keuangan Paling Tertekan

Pada perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,87% ke level 6.477,77 pada perdagangan intraday pukul 14.06 WIB. Sektor keuangan menjadi salah satu yang paling bergejolak, turun 1,28% secara sektoral.

Empat bank besar kompak terkoreksi:

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,15% ke level 6.425
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terkoreksi 1,47% ke level 3.350
  • PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 2,03% ke level 4.350
  • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) merosot 3,10% ke level 3.750

Pelemahan ini terjadi di hari pertama short selling kembali aktif, meski belum bisa dipastikan sepenuhnya dipicu kebijakan tersebut. Pelaku pasar masih mencermati apakah tekanan jual berasal dari aksi short selling atau faktor eksternal lain.

Jadwal dan Tahapan Penerapan Short Selling

Direktur Pengembangan dan Pengawasan Perdagangan BEI, Irvan Susandy, menyatakan penerapan kembali short selling dilakukan setelah disetujui OJK.

"Pemberlakuan kembali implementasi sebagaimana dimaksud pada angka 1 mulai berlaku sejak tanggal 15 September 2026," ungkap Irvan dalam pengumuman BEI, dikutip Senin (14/9).

Daftar Efek Short Selling disusun berdasarkan ketentuan III.2 Peraturan Bursa Nomor II-H tentang Persyaratan dan Perdagangan Efek dalam Transaksi Margin dan Transaksi Short Selling. Daftar itu berlaku efektif mulai periode Oktober 2026.

Transaksi short selling sebelumnya dilarang total sejak Maret 2020 saat pandemi Covid-19, untuk mencegah tekanan jual yang memperburuk kejatuhan pasar saham. Rencana pengaktifan kembali bergulir sejak pertengahan 2024, namun sempat beberapa kali ditunda, termasuk jadwal 17 Maret 2026.

Apa Artinya bagi Investor

Bagi investor ritel, kombinasi dua kebijakan ini menuntut kehati-hatian lebih besar. Saham dengan likuiditas tipis dan harga di bawah Rp 50 berpotensi mengalami pergerakan yang sulit diprediksi, terutama jika masuk dalam daftar efek short selling.

Di sisi lain, short selling diharapkan memberi fleksibilitas lebih bagi investor berpengalaman dan meningkatkan likuiditas perdagangan saham. BEI akan menyesuaikan pelaksanaan dengan kesiapan infrastruktur, pengelolaan risiko, dan efektivitas pengawasan di pasar modal.

Investasi mengandung risiko.

Follow www.iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks