Pencarian

Pabrik Baterai CATIB Karawang Resmi Beroperasi, Kapasitas Tahap Awal 6,9 GWh

Rabu, 16 September 2026 • 14:02:31 WIB
Pabrik Baterai CATIB Karawang Resmi Beroperasi, Kapasitas Tahap Awal 6,9 GWh
Pabrik baterai EV PT CATIB resmi beroperasi di Karawang dengan kapasitas tahap awal 6,9 GWh.

ACEH — Pabrik baterai kendaraan listrik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang, Jawa Barat, sudah beroperasi sejak Juli 2026 dengan kapasitas tahap pertama 6,9 GWh. Fasilitas ini menjadi pabrik baterai EV kedua di Indonesia setelah PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power yang beroperasi sejak Juli 2024. Produksinya menyasar dua pasar sekaligus, yakni kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi atau BESS.

Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC) Aditya Farhan Arif memastikan fasilitas di Karawang tersebut kini sudah berjalan normal. IBC sendiri merupakan pemegang 30 persen saham CATIB, sementara 70 persen sisanya dikuasai CBL, anak usaha produsen baterai asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL).

"Sekarang kondisinya sudah seperti ini, jadi sudah memang sudah beroperasi sejak bulan Juli. Produknya sebagian untuk kendaraan listrik dan sebagian lagi untuk BESS, Battery Energy Storage System," ujar Aditya dalam Sosialisasi MediaMind 2026 di Energy Building, Jakarta, Senin (14/9), seperti diberitakan CNBC Indonesia.

Jalur Produksi Sel Baterai Sepanjang 1 Kilometer

Kompleks pabrik CATIB menempati lahan di Artha Industrial Hill (AIH) dan Karawang New Industry City (KNIC). Pembangunannya dimulai 29 Juni 2025, dengan masa konstruksi hingga siap operasi sekitar 13 bulan.

Aditya menjelaskan, fasilitas ini didesain terintegrasi dari hulu ke hilir dalam satu lokasi. Bahan baku baterai diolah langsung menjadi sel sebelum masuk ke tahap pengemasan.

"Jadi yang panjang ini adalah cell, panjangnya 1 km dari ujung sampai ke ujung. Masukan dari pabrik ini adalah material baterai kemudian diolah menjadi dibentuk menjadi cell, kemudian dilakukan packing di fasilitas packer-nya," ujarnya.

Kapasitas produksi akan ditambah bertahap hingga 15 GWh. Tahap kedua sebesar 8,1 GWh ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.

Investasi Rp21 Triliun dan Pasokan untuk 250.000 Unit EV

Nilai investasi pengembangan hingga kapasitas penuh 15 GWh diperkirakan menelan biaya US$1,2 miliar atau sekitar Rp21,17 triliun dengan kurs Rp17.641 per dolar AS. Pada kapasitas maksimal, pabrik ini diproyeksikan mampu memasok daya untuk sekitar 250.000 unit kendaraan listrik.

Untuk memperkuat operasional, IBC telah memberangkatkan 600 karyawan ke China dalam program knowledge transfer. Komitmen ramah lingkungan diwujudkan lewat rencana pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 18 MWp pada 2027.

IBC bersama CATL juga mengembangkan proyek material baterai bernilai US$600 juta atau sekitar Rp10,58 triliun di Halmahera.

Enam Usaha Patungan dalam Ekosistem Baterai Rp104 Triliun

Pabrik Karawang merupakan bagian dari ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi hulu-hilir dengan total investasi awal mencapai US$5,9 miliar atau sekitar Rp104,08 triliun. Ekosistem ini dikembangkan melalui konsorsium PT Aneka Tambang (Antam), IBC, dan CBL yang terbagi dalam enam usaha patungan.

Di sektor hulu, JV 1 bidang pertambangan nikel dioperasikan PT Sumberdaya Arindo (SDA) dengan kepemilikan Antam 51 persen dan CBL 49 persen. Target produksinya 7,8 juta wet metric ton (wmt) nikel saprolit dan 6 juta wmt limonit, dengan status sudah berproduksi sejak 2023.

JV 2 berupa smelter RKEF dioperasikan PT Feni Haltim (FHT) dengan kepemilikan CBL 60 persen dan Antam 40 persen. Kapasitasnya 88 ribu ton refined nickel alloy per tahun, ditargetkan berproduksi 2027. Adapun JV 3 berupa smelter HPAL dioperasikan PT Nickel Cobalt Halmahera dengan kepemilikan CBL 70 persen dan Antam 30 persen, berkapasitas 55 ribu ton MHP per tahun dan ditargetkan berproduksi 2028.

Di sektor hilir, JV 4 bidang material baterai berlokasi di Halmahera Timur, Maluku Utara, dengan kepemilikan CBL 70 persen dan IBC 30 persen. Fasilitas ini memproduksi bahan katoda, kobalt sulfat, dan prekursor terner berkapasitas 30 ribu ton Li-hydroxide, ditargetkan berproduksi 2028.

JV 5 adalah pabrik sel baterai PT CATIB di Karawang dengan kepemilikan CBL 70 persen dan IBC 30 persen. Total kapasitasnya 15 GWh per tahun, terdiri dari Fase 1 sebesar 6,9 GWh yang beroperasi 2026 dan Fase 2 sebesar 8,1 GWh yang ditargetkan beroperasi 2028.

Terakhir, JV 6 bidang daur ulang baterai berlokasi di Halmahera Timur dengan kepemilikan CBL 60 persen dan IBC 40 persen. Kapasitas daur ulangnya 20 ribu ton logam per tahun, dengan target berproduksi 2031.

Follow www.iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks