ACEH — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong percepatan implementasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) agar segera berlaku efektif. Dorongan itu disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney di sela Canada Investment Summit 2026. Airlangga menilai perjanjian dagang tersebut bakal membuka akses pasar dan peluang investasi baru bagi pelaku usaha kedua negara.
Pertemuan Airlangga dengan PM Carney menjadi tindak lanjut komunikasi telepon Presiden Prabowo Subianto dengan Carney pada Juni lalu. Keduanya saat itu membahas perluasan hubungan dagang dan investasi Indonesia-Kanada. Dalam pertemuan terbaru, Airlangga menyampaikan apresiasi atas rampungnya proses ratifikasi ICA-CEPA di kedua negara.
Menurut Airlangga, ICA-CEPA yang berlaku efektif akan langsung dimanfaatkan pelaku usaha di sektor-sektor unggulan. Ketahanan pangan, energi, dan mineral kritis menjadi tiga bidang yang paling diharapkan menangguk manfaat terbesar.
Potash hingga Minyak dan Gas Masuk Radar Kerja Sama
Di sektor pangan dan energi, Indonesia dan Kanada menjajaki peluang kerja sama memperkuat ketahanan pasokan. Salah satu yang dibahas adalah potensi investasi Potash untuk mendukung kebutuhan pupuk nasional. Kedua pihak juga membuka peluang kemitraan di bidang minyak dan gas.
Pembahasan mineral kritis menjadi kelanjutan kerja sama yang telah dirintis dalam kerangka ICA-CEPA. Indonesia dan Kanada sama-sama produsen mineral kritis dengan kepentingan bersama membangun rantai pasok yang aman dan berkelanjutan.
Indonesia Tawarkan Diri Jadi Mitra Utama Kanada di Indo-Pasifik
Posisi strategis Indonesia sebagai perekonomian terbesar di ASEAN juga menjadi bahasan utama. Airlangga menilai Indonesia dapat berperan sebagai mitra utama Kanada dalam memperkuat keterlibatannya di kawasan Indo-Pasifik, baik secara bilateral maupun dalam konteks kerja sama kawasan yang lebih luas.
Di bidang energi nuklir, Indonesia menyampaikan harapan agar kolaborasi termasuk ekosistem Small Modular Reactor (SMR) terus dikembangkan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi ketahanan energi jangka panjang nasional.
"Kami mengapresiasi penyelenggaraan Canada Investment Summit yang pertama ini sebagai bentuk komitmen kuat Pemerintah Kanada dalam menggalang investasi global. Indonesia siap menjadi mitra strategis Kanada dan terbuka untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor unggulan kedua negara," ujar Airlangga.
Jelang 75 Tahun Hubungan Diplomatik pada 2027
Pertemuan ini berlangsung menjelang peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Kanada pada 2027. Kedua pihak berharap momentum tersebut membawa manfaat nyata bagi kedua bangsa.
Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab akan menindaklanjuti berbagai hasil pertemuan. Tugasnya memastikan komitmen dan arah kerja sama dapat segera diterjemahkan secara nyata.