Pencarian

Penjualan Mobil Listrik Merek Jepang di Indonesia Cuma 225 Unit Januari-Agustus 2026

Jumat, 18 September 2026 • 10:03:31 WIB
Penjualan Mobil Listrik Merek Jepang di Indonesia Cuma 225 Unit Januari-Agustus 2026

ACEH — Merek Jepang hanya menjual 225 unit mobil listrik murni di Indonesia sepanjang Januari-Agustus 2026, setara 0,22 persen dari total pasar BEV nasional yang mencapai 101.171 unit. Toyota bZ4x menyumbang 73 unit, disusul Honda E:N1 55 unit dan Honda Super One 46 unit, sementara Mitsubishi L100EV serta Nissan Leaf tidak mencatat penjualan sama sekali. Dominasi merek China kian tak terbantahkan lewat Jaecoo J5 yang sendirian terdistribusi 23.359 unit.

Data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) periode Januari-Agustus 2026 memperlihatkan ketimpangan tajam di segmen kendaraan listrik berbasis baterai (BEV). Dari total 101.171 unit BEV yang tersalur dari pabrik ke dealer, raksasa otomotif Jepang hanya berkontribusi 225 unit. Pasar mobil listrik nasional sendiri tumbuh hampir dua kali lipat dibanding periode sama tahun lalu yang baru 50.749 unit.

Artinya, pangsa merek Jepang di pasar BEV Indonesia berkisar 0,22 persen. Angka itu jauh dari cukup untuk menyebut mereka pemain serius di segmen yang pertumbuhannya paling cepat ini.

Rincian Penjualan BEV Merek Jepang Januari-Agustus 2026

Dari sembilan model yang tercatat di data Gaikindo, hanya tujuh yang benar-benar menorehkan angka. Dua model bahkan nol unit.

  • Toyota bZ4x: 73 unit
  • Honda E:N1: 55 unit
  • Honda Super One: 46 unit
  • Lexus ES350E BEV: 21 unit
  • Suzuki GLX (e Vitara): 13 unit
  • Toyota Urban Cruiser: 4 unit
  • Mazda MX-30 BEV: 2 unit
  • Mitsubishi L100EV: 0 unit
  • Nissan Leaf: 0 unit

Total keseluruhan sembilan model itu tidak sampai seperempat dari penjualan satu model China saja.

Jaecoo J5 Sendirian Kalahkan Seluruh BEV Jepang

Jaecoo J5, model dari merek Tiongkok di bawah naungan Chery, terdistribusi 23.359 unit sepanjang Januari-Agustus 2026. Satu model itu mengungguli seluruh model BEV lain di Tanah Air, termasuk gabungan semua mobil listrik Jepang.

Selisihnya sekitar 104 kali lipat. Bandingkan 23.359 unit Jaecoo J5 dengan 225 unit total BEV Jepang, dan gambaran dominasi merek China di segmen ini langsung terlihat tanpa perlu penjelasan panjang.

Harga dan Pilihan Model Jadi Biang Kerok

Harga menjadi faktor pertama yang membuat BEV Jepang sulit bersaing. Model-model listrik dari merek Jepang yang masuk Indonesia dibanderol di segmen premium, sementara pabrikan China menawarkan pilihan mulai dari city car mungil sampai SUV perkotaan dengan harga lebih agresif.

Keberagaman lini produk juga jadi pembeda. Pabrikan China merilis banyak varian sekaligus, mencakup city car, SUV, hingga MPV mewah. Sebaliknya, pilihan BEV merek Jepang di Indonesia sangat terbatas, baik dari sisi jumlah model maupun varian.

Fokus Merek Jepang Masih di Hybrid

Toyota, Honda, Mitsubishi, dan Suzuki tampaknya belum menjadikan BEV sebagai prioritas utama di Indonesia. Keempatnya masih menempatkan teknologi hybrid (HEV) sebagai strategi transisi, ketimbang langsung beralih ke listrik murni.

Pendekatan itu masuk akal dari sisi infrastruktur dan kebiasaan konsumen. Namun di pasar yang pertumbuhannya digerakkan model-model China berharga kompetitif, strategi hybrid membuat merek Jepang kehilangan momentum di segmen BEV.

Selama harga belum turun dan pilihan model tidak bertambah, pangsa 0,22 persen itu berpotensi bertahan atau justru menyusut seiring merek China melebarkan jangkauan dealer dan layanan purnajualnya.

Follow www.iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks