Pencarian

Bupati Bireuen Sidak Pasar Induk Cureh, Harga Cabai Melonjak Rp 60 Ribu per Kilogram

Jumat, 18 September 2026 • 17:46:01 WIB
Bupati Bireuen Sidak Pasar Induk Cureh, Harga Cabai Melonjak Rp 60 Ribu per Kilogram

BIREUEN — Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, S.T. bersama jajaran Forkopimda, Kepala BPS Bireuen, Sekretaris Daerah, dan kepala SKPK terkait turun langsung ke Pasar Induk Cureh. Mereka mengecek kondisi pasar dan memantau perkembangan harga sejumlah komoditas yang diperjualbelikan pedagang.

Survei harga di tingkat pasar ini menjadi dasar bagi Pemkab Bireuen untuk mengevaluasi harga yang wajar. Data riil dari lapangan dibutuhkan sebelum pemerintah daerah mengambil keputusan soal stabilitas harga.

Cabai Naik Sejak Sebulan Terakhir

Kenaikan harga cabai terpantau sejak kurang lebih satu bulan belakangan. Di Pasar Induk Cureh, cabai dijual antara Rp 55 ribu sampai Rp 60 ribu per kilogram.

Beberapa jenis sayur-sayuran juga ikut naik. Bawang justru menunjukkan penurunan harga, sementara daging ayam dan daging sapi mengalami kenaikan.

"Memang terbukti, kurang lebih satu bulan belakangan harga cabai sudah mulai melonjak. Hari ini cabai dijual antara Rp 55 ribu sampai Rp 60 ribu per kilogram," sebut Bupati Bireuen.

Maulid dan Kebutuhan Tinggi Tekan Harga Daging

Tingginya kebutuhan masyarakat dinilai menjadi salah satu pemicu kenaikan harga, khususnya daging. Kondisi itu diperkirakan berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan selama berbagai kegiatan keagamaan, termasuk peringatan Maulid.

"Daging ayam dan daging lembu (sapi) juga naik. Ini mungkin salah satunya karena kebutuhan yang sangat tinggi, sehingga agak sulit untuk ditekan harganya," katanya.

Bupati berharap harga komoditas tersebut kembali normal dalam satu hingga dua bulan ke depan. Pemkab Bireuen akan terus memantau perkembangan harga dan mencari langkah menjaga kestabilan pasokan.

Pasokan Cabai dari Medan akan Dievaluasi

Selama ini sebagian pasokan cabai ke Bireuen berasal dari Medan, selain dari Takengon dan sejumlah daerah lain. Jarak distribusi yang jauh menjadi salah satu hal yang perlu dievaluasi untuk mendapatkan sumber pasokan lebih efisien.

"Kita akan coba upayakan supaya bisa pasok dari yang terdekat. Untuk cabai, rata-rata pasokannya dari Medan, ada juga dari Takengon dan daerah-daerah lainnya. Mungkin salah satu solusinya adalah kita bisa mengatur agar barang-barang dari Takengon lebih banyak masuk ke sini. Kalau pasokannya lebih banyak dan lebih dekat, tentu harganya bisa lebih murah," jelasnya.

Upaya itu diharapkan memperpendek rantai distribusi sekaligus meningkatkan ketersediaan komoditas di pasar Bireuen. Tekanan terhadap harga pun bisa dikurangi.

Data Harga Dikaji Bersama Instansi Terkait

Hasil survei harga di Pasar Induk Cureh selanjutnya akan dikaji menyeluruh dengan melibatkan instansi terkait. Data lapangan menjadi bahan pertimbangan menentukan harga sesuai kondisi dan perkembangan pasar.

"Data harga yang kita dapatkan dari lapangan akan kita kaji bersama. Kita ingin harga yang ditetapkan nantinya benar-benar berdasarkan kondisi pasar, sehingga dapat memberikan kepastian bagi pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen," ujar Bupati.

Pemkab Bireuen akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk mengupayakan kelancaran distribusi dan peningkatan pasokan dari daerah terdekat. Langkah ini diarahkan menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Follow www.iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kabarbireuen.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks