Pencarian

Kelangkaan Pertalite di Sulsel, Warga Pilih Beli Eceran Rp 35 Ribu per Botol

Sabtu, 19 September 2026 • 10:03:31 WIB
Kelangkaan Pertalite di Sulsel, Warga Pilih Beli Eceran Rp 35 Ribu per Botol

ACEH — Kelangkaan BBM subsidi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan membuat harga Pertalite eceran melonjak hingga Rp 35 ribu per botol besar air mineral. Warga di Makassar dan Takalar memilih membeli dengan harga jauh di atas normal ketimbang mengantre berjam-jam di SPBU. Pemerintah daerah bersama Pertamina masih mencari solusi karena kelangkaan mulai mengganggu aktivitas harian dan layanan publik.

Antrean panjang di sejumlah SPBU Sulawesi Selatan muncul sejak beberapa waktu terakhir akibat pasokan Pertalite yang menipis. Kondisi itu membuka ruang bagi pedagang eceran untuk menjual dengan harga berlipat, dan sebagian warga tetap membeli karena kehabisan pilihan.

Harga Eceran Tembus Dua Kali Lipat

Pertalite yang biasa dijual sekitar Rp 15 ribu per botol besar air mineral kini dipasarkan Rp 35 ribu. Botol ukuran sedang dibanderol sekitar Rp 25 ribu. Kenaikan serupa terjadi di Pertamini, dari biasanya Rp 10 ribu per liter menjadi Rp 15-20 ribu per liter.

Di Jalan Minasa Upa, Makassar, antrean kendaraan di Pertamini memicu kemacetan sejak sore hingga malam. Titik-titik Pertamini lain menunjukkan pemandangan serupa.

Warga Manggala: Lebih Baik Bayar Mahal daripada Antre Berjam-jam

Rahma, warga Manggala, Makassar, mengaku memilih membeli BBM eceran meski harganya jauh lebih tinggi. Alasannya sederhana: waktu antre di SPBU bisa habis berjam-jam.

"Saya tidak masalah beli lebih mahal daripada mengantri berjam-jam. Ini saja sulit bisa dapat," ujar Rahma, dikutip dari Antaranews, Jumat (18/9).

Kelangkaan mulai mengganggu rutinitas harian Rahma, mulai dari mengantar anak ke sekolah, mengunjungi kerabat, hingga urusan pekerjaan. Ia sempat beralih ke ojek daring untuk beberapa aktivitas agar tidak terlalu sering memakai sepeda motor, tetapi pengeluarannya justru bertambah.

Pedagang Eceran Antre Sejak Pukul 01.00 Dini Hari

Beban yang sama dirasakan pedagang BBM eceran. Muliati, pedagang asal Kabupaten Takalar, harus mengantre sejak dini hari untuk mendapatkan pasokan.

"Sekarang, sudah tidak masalah, yang diberikan Pertalite atau Pertamax yang penting kita menjual karena kalau tidak begitu, mata pencarian kami pedagang kecil akan hilang," tuturnya.

Muliati biasa mengantre pukul 01.00 hingga 02.40 WITA. Waktu itu dipilih karena antreannya relatif lebih singkat dibanding siang hari yang bisa mencapai empat hingga lima jam.

Pemda dan Pertamina Masih Cari Solusi

Pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tengah berkoordinasi dengan Pertamina untuk mencari jalan keluar. Kelangkaan ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mulai mengganggu layanan publik.

Belum ada keterangan resmi soal kapan pasokan kembali normal. Sejauh ini, warga di Makassar dan Takalar masih mengandalkan BBM eceran maupun Pertamini untuk memenuhi kebutuhan harian.

Follow www.iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks