ACEH — Borneo FC mengalahkan Bali United 1-0 pada pekan ketiga Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (20/9). Kemenangan itu lahir dari laga yang rusuh: wasit mengeluarkan tiga kartu merah, dua untuk pemain Bali United dan satu untuk tuan rumah.
Laga di Stadion Segiri berjalan keras sejak awal. Friksi antarpemain pecah pada menit ke-35, jauh sebelum gol penentu tercipta. Wasit Naufal Adya Fairuski sampai harus menghentikan pertandingan untuk menenangkan kedua kubu.
Bogem Mentah Rahmat Arjuna dan Balasan Rifad Marasabessy
Keributan bermula dari aksi Rahmat Arjuna yang memukul bagian tengkuk Rifad Marasabessy. Rifad, yang masuk sebagai pemain pengganti Borneo FC, tidak tinggal diam. Ia melepaskan pukulan tangan kiri ke arah wajah Rahmat.
Pukulan itu membuat Rahmat terkapar di lapangan. Setelah melakukan pengamatan, wasit menghadiahkan kartu merah kepada kedua pemain. Bali United dan Borneo sama-sama kehilangan satu pemain.
Penalti Juan Villa Pecah Kebuntuan di Menit 54
Borneo FC memanfaatkan situasi untuk menekan. Gol yang mengubah papan skor lahir pada menit ke-54 lewat tendangan penalti Juan Villa. Keunggulan 1-0 itu bertahan hingga turun minum usai.
Bali United Kehilangan Pemain Kedua
Enam belas menit setelah gol, Bali United harus bermain dengan sembilan orang. Tim Receveur, yang bertindak sebagai pemain terakhir, melanggar pemain Borneo FC dan diganjar kartu merah.
Bermain dengan keunggulan jumlah pemain, Borneo FC menguasai jalannya pertandingan. Meski begitu, mereka tidak menambah gol. Bali United yang tampil dengan sembilan orang juga tak mampu mencetak gol penyama kedudukan hingga laga usai.
Dewa United Ikut Menang atas PSS Sleman
Di pertandingan lain, Dewa United meraih kemenangan tipis 2-1 atas tim tamu PSS Sleman di Banten International Stadium. Dua gol kemenangan Dewa United dicetak Taisei Marukawa dan Iury Mangabeira.
Satu-satunya gol PSS Sleman dijaringkan Christophe Nduwarugira. Hasil ini melengkapi pekan ketiga Super League yang berjalan panas, dengan tiga kartu merah di Samarinda menjadi sorotan utama.