ACEH — Proyek trem Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai hingga Canggu di Kabupaten Badung, Bali, kembali bergulir dengan target pembangunan dimulai 2027. Jalur berbasis listrik baterai sepanjang 13,1 kilometer ini dirancang dua fase untuk mengurai kemacetan parah di kawasan Bali selatan. Fase pertama rute Bandara-Legian ditargetkan beroperasi kuartal IV-2028.
Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan pembangunan trem tersebut mendapat arahan dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas kepada Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI). Menurut Koster, KAI telah tiga kali memaparkan rencana pembangunan trem, termasuk soal anggaran yang telah disiapkan.
"Mulai 2027 akan dibangun dengan konsep pariwisata dan budaya. Ground breaking kami harap langsung oleh presiden," kata Wayan Koster di DPRD Provinsi Bali, Senin (21/9/2026), dilansir detikBali.
Dua Fase, Rute Bandara hingga Canggu
Pemkab Badung bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi menyepakati rencana pembangunan moda transportasi massal ini. Infrastruktur berbasis listrik baterai sepanjang 13,1 kilometer itu dirancang dalam dua fase.
Pengerjaan Fase 1A rute Bandara-Legian sepanjang 6,6 kilometer ditargetkan beroperasi pada kuartal IV-2028. Sementara Fase 1B rute Legian-Seminyak-Canggu sepanjang 6,5 kilometer dijadwalkan rampung kuartal I-2031.
"Kesepakatan ini merupakan tahap awal yang krusial bagi pengembangan transportasi publik di Badung. Trase trem perlu dikaji secara komprehensif agar terintegrasi dengan jaringan jalan dan kawasan pariwisata," kata Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa seusai penandatanganan kesepakatan di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Selasa (1/9/2026).
Bagian dari Zona Emisi Rendah Bali
Pembangunan trem masuk dalam inisiatif Zona Emisi Rendah Bali atau Bali Low Emission Zone Initiative (BLEZI). Program ini menyasar pengurangan penggunaan kendaraan pribadi di kawasan wisata selatan Bali.
"Harapannya moda trem ini jadi pilihan utama masyarakat dan wisatawan sehingga bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Selain koridor Kuta-Canggu, kami juga mendorong konektivitas rute Nusa Dua menuju Uluwatu," ujar Adi Arnawa.
Bukan Satu-satunya Solusi Kemacetan
Trem Ngurah Rai-Canggu menjadi bagian dari sejumlah proyek yang disiapkan Pemprov Bali untuk mengatasi kemacetan. Upaya lain mencakup peningkatan kapasitas jalan, penyediaan fasilitas parkir, pengembangan transportasi publik, hingga pengalihan angkutan logistik melalui jalur laut.
"Kalau ini selesai semua, saya kira 2028 kita tidak lagi menghadapi masalah yang macet-macet kayak gini. (Harapan) 2028, 2029 selesai semua. Astungkara," kata Koster.
Yang Perlu Diketahui Traveler
- Rute: Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kuta, hingga Canggu, Kabupaten Badung, Bali
- Panjang jalur: 13,1 kilometer, terbagi dua fase
- Fase 1A: Bandara-Legian (6,6 km), target operasi kuartal IV-2028
- Fase 1B: Legian-Seminyak-Canggu (6,5 km), target rampung kuartal I-2031
- Target mulai konstruksi: 2027
- Teknologi: Kereta berbasis listrik baterai
Bagi wisatawan yang selama ini mengandalkan taksi atau kendaraan sewa untuk menyusuri koridor Kuta-Seminyak-Canggu, kehadiran trem ini berpotensi memangkas waktu tempuh yang kerap tersendat. Namun karena konstruksi baru dimulai 2027 dan fase pertama beroperasi paling cepat akhir 2028, rencana perjalanan dalam dua hingga tiga tahun ke depan masih akan bergantung pada moda transportasi yang ada saat ini.
Detail tarif, jam operasional, dan titik pemberhentian belum dipaparkan dalam rencana ini. Informasi terkini dapat dikonfirmasi melalui Dinas Pariwisata Provinsi Bali atau PT KAI selaku pelaksana proyek.