ACEH — Eksekutif teknologi Corgi, Brooke LeBlanc, viral di platform X setelah membagikan daftar syarat calon pasangan kepada hampir 37.000 pengikutnya. Unggahan itu meraup hampir 5 juta tayangan sebelum akhirnya dihapus, memicu perdebatan soal standar kencan di industri teknologi.
LeBlanc membuka pencarian pasangan lewat pertanyaan langsung di X: "Siapa yang mau menjadi co-founder sisa hidup saya?" Dari situ ia merinci sejumlah kriteria yang dinilai sulit dipenuhi kebanyakan pria.
Syarat yang Diminta LeBlanc
Pria yang dicari harus memiliki maskulinitas yang sehat, pintar, lucu, dan santai. LeBlanc juga menuntut calon pasangan mapan secara finansial namun tetap pekerja keras, berusia 35 hingga 42 tahun, baik hati, dermawan, dan perhatian.
Satu poin yang paling disorot: ia sangat mengutamakan pria yang bekerja di industri teknologi dan belum memiliki anak, tetapi ingin memilikinya suatu hari nanti. Ia juga menyebut calon pasangan idealnya sedang dalam fase pemulihan diri.
Respons Netizen: Antara Dukungan dan Kritik
Unggahan LeBlanc cepat menyebar dan menarik perhatian media. Sebagian netizen menilai daftar itu terlalu kaku. "Semua hal sekarang sudah terasa seperti lowongan kerja dari rekruter HR," tulis seorang pengguna X.
Kritik lain lebih tajam. "Pria dengan kriteria seperti ini pasti sudah menikah dan takkan tertarik pada wanita yang mengunggah daftar panjang syarat kencan di media sosial," komentar seorang netizen. Ada pula yang menyarankan LeBlanc meninggalkan daftar itu dan membiarkan dirinya jatuh cinta tanpa menilai orang sebelum mengenalnya.
Namun tidak sedikit yang membela LeBlanc. "Kenapa pria sah-sah saja bilang kalau mereka menginginkan wanita dengan fisik tertentu, tapi begitu seorang wanita menyatakan apa yang ia butuhkan untuk membangun rumah tangga, hal itu seolah dilarang?" tulis seorang netizen.
Pembelaan lain menyebut semua orang lajang sebenarnya punya daftar kriteria masing-masing. Mereka yang sudah berpasangan dan bahagia, menurut netizen itu, justru menganggap daftar semacam itu lucu.
Pembelaan LeBlanc
Menghadapi kritik, LeBlanc tidak mundur. "Seolah-olah sebuah dosa jika seorang wanita meminta apa yang ia inginkan. Maaf saja, saya tidak mau berkencan dengan pecundang!" sebutnya.
Dikutip dari Independent, LeBlanc menyatakan pengalaman kencan selama bertahun-tahun yang mendorongnya menyusun daftar tersebut. "Tidak apa-apa dirundung di internet hari ini, supaya saya bisa menjadi ibu yang menarik dan bebas secara finansial di masa depan," pungkasnya.
Konteks Dunia Kencan di Sektor Teknologi
Kasus LeBlanc menyoroti realitas keras dunia kencan modern, terutama di lingkaran industri teknologi Silicon Valley yang jam kerjanya padat dan ekspektasi finansialnya tinggi. Pendekatan ala rekrutmen kerja yang ia pakai mencerminkan bagaimana sebagian profesional kini memperlakukan pencarian pasangan seperti proses seleksi kandidat.
Unggahan itu sendiri saat ini tampaknya telah dihapus dari platform X. Meski begitu, perdebatan soal standar kencan, gender, dan ekspektasi finansial yang dipicunya masih berlanjut di media sosial.