Pencarian

Bridgestone Tanggapi Serbuan Ban China, Fokus pada Kualitas dan Rilis Dayton

Kamis, 24 September 2026 • 10:04:01 WIB
Bridgestone Tanggapi Serbuan Ban China, Fokus pada Kualitas dan Rilis Dayton
Presiden Direktur PT Bridgestone Tire Indonesia Mukiat Sutikno berbicara dalam pertemuan dengan wartawan di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

ACEH — PT Bridgestone Tire Indonesia menyatakan tidak mengubah fokus menghadapi masuknya sejumlah merek ban asal China ke pasar nasional, dengan tetap mengedepankan kualitas produk. Persaingan makin terbuka setelah Sailun Group, Goodride, dan Linglong menawarkan ban untuk kendaraan penumpang hingga komersial dengan harga kompetitif. Bridgestone merilis sub-merek Dayton untuk segmen menengah ke bawah, dibanderol mulai Rp 500 ribuan.

Presiden Direktur PT Bridgestone Tire Indonesia, Mukiat Sutikno, menyampaikan sikap perusahaan dalam pertemuan dengan wartawan di Jakarta, Rabu (23/9/2026). Ia menilai kompetisi dari merek China maupun negara lain merupakan hal yang tidak bisa dihindari.

Merek China yang Agresif di Pasar Indonesia

Sailun Group menjadi salah satu pemain yang cukup agresif. Pabrikan asal China itu membawa sejumlah merek ke Indonesia, mulai dari Sailun, RoadX, Blackhawk, hingga Maxam.

Merek-merek tersebut menyasar berbagai segmen, dari mobil penumpang sampai kendaraan komersial dan kebutuhan pertambangan. Selain Sailun, ada Goodride yang berada di bawah Zhongce Rubber Group, serta Linglong yang sudah lebih dulu masuk.

Kehadiran mereka membuat persaingan di pasar ban nasional semakin terbuka. Konsumen kini punya lebih banyak pilihan dengan rentang harga yang lebar.

Fokus Bridgestone pada Kualitas Produk Lokal

Mukiat menegaskan Bridgestone tidak mempersoalkan asal merek pesaing. Yang terpenting bagi perusahaan adalah bagaimana produk yang diproduksi di Indonesia tetap dipercaya masyarakat lewat jaminan kualitas.

"Fokus kami adalah terkait kualitas dari produk (ban Bridgestone) yang kita produksi di Indonesia. Dan bisa memenuhi apa yang diinginkan oleh konsumen," ujar Mukiat.

Ia juga mengakui adanya tekanan dari kompetisi baru tersebut. Namun Bridgestone memilih memperkokoh layanan dan mutu produk dibanding mengubah strategi secara drastis.

"Kita nggak bilang nggak takut, tentunya kita welcome dari kompetisi yang baru tersebut. Tapi bagaimana kita lebih memperkokoh, apalagi dari segi quality service yang kita berikan kepada konsumen kita," terangnya.

Dayton, Sub-Merek Baru untuk Segmen Menengah ke Bawah

Bridgestone baru saja merilis sub-merek bernama Dayton. Ban ini diposisikan untuk konsumen segmen menengah ke bawah dengan harga terjangkau, mulai dari Rp 500 ribuan.

Head of Marketing & Planning PT Bridgestone Tire Indonesia, Anindito Ajireswara, menjelaskan Dayton ditujukan bagi konsumen yang mementingkan hal-hal esensial. Menurutnya, prioritas mereka adalah keamanan dan ketahanan produk, bukan kemewahan.

"Dayton ditujukan untuk orang-orang yang mementingkan hal-hal esensial. Yang penting bagi mereka adalah aman dan produk yang digunakan awet. Mereka tahu produknya bukan yang paling mewah, tetapi yang dibutuhkan adalah rasa esensial mengenai reliability dan quality," ungkap Anindito.

Peta Persaingan Ban Nasional ke Depan

Masuknya merek-merek China menambah kepadatan pasar ban Indonesia yang sebelumnya sudah diisi pemain Jepang, Eropa, dan Korea Selatan. Setiap merek kini bersaing di dua sisi sekaligus: harga dan kepercayaan konsumen.

Bridgestone memilih jalur kualitas dan layanan purna jual sebagai pembeda. Sementara Dayton berfungsi menutup celah di segmen bawah yang selama ini jadi incaran merek-merek pendatang.

Bagi konsumen, pilihan ban semakin beragam dengan rentang harga yang makin lebar. Keputusan akhir tetap bergantung pada kebutuhan, pola pemakaian, dan anggaran masing-masing pengendara.

Follow www.iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks