BANDA ACEH — Laysa Latifah mencatat enam poin dari tujuh babak yang sudah dimainkan di Olimpiade Catur FIDE 2026. Lima partai dimenangkan, dua berakhir remis. Hasil itu menempatkannya sebagai satu-satunya pecatur Indonesia yang belum tersentuh kekalahan di ajang tersebut.
Dua hasil remis itu bukan datang dari lawan sembarangan. Keduanya diraih saat menghadapi pecatur bergelar internasional dengan rating FIDE di atasnya.
Menahan Remis Dua Pecatur Rating Tinggi
Pada babak ketiga, Laysa menahan remis IM Tokhirjonova Gulrukhbegim dari Uzbekistan yang memiliki rating FIDE 2.357. Dua babak berselang, ia kembali mencuri setengah poin saat berhadapan dengan GM Nino Batsiashvili dari Georgia dengan rating 2.466.
Dua nama itu jauh di atas rating Laysa. Berdasarkan rating FIDE September 2026, ia tercatat 2.213 untuk catur klasik, 1.954 untuk catur cepat, dan 2.093 untuk catur kilat.
Selisih rating tidak membuat Laysa kehilangan poin penuh. Ia justru memaksa kedua lawan berbagi angka.
Siapa Laysa Latifah
Laysa merupakan pecatur asal DKI Jakarta yang menyandang gelar Woman International Master (WIM). Ia lahir pada 11 Januari 2006 dan saat ini berusia 20 tahun.
Latihan rutinnya ditangani Upi Darmayana dan Hendry Jamal. Nama terakhir dikenal sebagai pelatih yang membina sejumlah pecatur muda nasional.
Sejumlah prestasi sudah ia torehkan sebelum Olimpiade Catur FIDE 2026. Laysa meraih medali emas pada ASEAN Chess Rapid Women's Quadruples dalam SEA Games Thailand 2025.
Di ajang POMNAS XIX 2025, ia memborong lima medali emas saat mewakili DKI Jakarta. Capaian itu menjadikannya salah satu penyumbang medali terbesar kontingen daerahnya.
Jejak Prestasi Sejak Usia 14 Tahun
Nama Laysa bukan barang baru di papan catur internasional. Pada 2020, ia meraih peringkat ketiga Kejuaraan Dunia Catur Cepat U-14.
Ketika itu usianya baru 14 tahun. Hasil tersebut menjadi titik awal perjalanannya menembus level senior.
Rentetan hasil di Olimpiade Catur FIDE 2026 memperpanjang catatan positifnya. Enam poin dari tujuh babak adalah modal berharga untuk menghadapi sisa pertandingan.
Peluang di Babak Berikutnya
Dengan torehan enam poin, Laysa masih menjaga peluang bersaing pada babak-babak berikutnya. Papan atas klasemen biasanya ditentukan oleh konsistensi di paruh kedua turnamen.
Lawan-lawan berat masih menanti. Setiap partai sisa akan menentukan posisi akhirnya di klasemen individu maupun kontribusinya untuk tim Indonesia.
Olimpiade Catur FIDE menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan pecatur terbaik dari berbagai negara. Penampilan Laysa sejauh ini menjadi salah satu sorotan dari kubu Indonesia.