ACEH TAMIANG — Gerakan MAN IC Peduli menghimpun donasi dari 25 Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Dana yang terkumpul mencapai Rp228,8 juta dan diserahkan langsung kepada pihak MTsN 1 Aceh Tamiang dalam kegiatan silaturahmi di Masjid MTsN 1 Aceh Tamiang, Senin (28/9/2026).
Penyerahan bantuan disambut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tamiang, Kepala MTsN 1 Aceh Tamiang, serta jajaran guru dan tenaga kependidikan. Penggalangan donasi melibatkan para kepala madrasah, termasuk mereka yang tidak dapat hadir langsung dalam prosesi penyerahan.
Banjir Rusak Fasilitas Sekolah, Ruang Belajar Siswa Terganggu
Ketua Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MAN Insan Cendekia, Khoirul Anam, menyatakan banjir tidak hanya merusak fasilitas sekolah tetapi juga mengganggu ruang belajar siswa. Kondisi itu mendorong penggalangan bantuan difokuskan pada pemulihan sarana pendidikan.
Dana yang terkumpul diarahkan untuk membantu pembangunan kembali ruang kelas baru (RKB). Langkah itu diharapkan mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan di MTsN 1 Aceh Tamiang.
"Bantuan ini mungkin nilainya tidak seberapa jika dibandingkan dengan kerusakan yang ada. Namun, inilah wujud nyata ukhuwah madrasah dan bukti bahwa kita tidak pernah sendiri," kata Khoirul.
Solidaritas 25 Madrasah dari Sabang hingga Merauke
KKM MAN Insan Cendekia menaungi 25 madrasah yang tersebar di berbagai provinsi. Gerakan MAN IC Peduli menjadi wadah solidaritas antar-madrasah untuk merespons bencana yang menimpa salah satu anggotanya.
Khoirul berharap bantuan tersebut dapat mendukung pemulihan fasilitas pendidikan sehingga kegiatan belajar mengajar di MTsN 1 Aceh Tamiang kembali berlangsung dengan nyaman.
Pemulihan ruang kelas menjadi prioritas karena proses belajar mengajar membutuhkan ruang yang layak. Dukungan dari sesama madrasah dinilai mempercepat upaya pemulihan pascabanjir di Aceh Tamiang.