BLANGPIDIE — DPRK Aceh Barat Daya (Abdya) menyatakan dukungan terhadap instruksi Bupati Safaruddin agar RSUD Teungku Peukan (RSUD-TP) memberikan pelayanan medis kepada seluruh kategori desil masyarakat. Kebijakan ini merupakan solusi darurat untuk menjamin hak kesehatan warga di tengah proses pembenahan data kemiskinan yang sedang berjalan.
Ketua DPRK Abdya, Roni Guswandi atau yang akrab disapa Abi Roni, menyebutkan bahwa instruksi tersebut sangat krusial bagi warga yang secara faktual tergolong tidak mampu namun tercatat dalam kategori desil tinggi. Persoalan administratif ini sebelumnya sempat dikhawatirkan menghambat akses warga terhadap Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).
Mengapa Seluruh Desil Kini Bisa Menggunakan JKA di RSUD-TP?
Kebijakan ini muncul setelah ditemukan banyak kasus ketidaktepatan data di lapangan. Sejumlah warga yang semestinya masuk dalam desil 1–7 justru tercatat pada desil 8–10, sehingga mereka terancam kehilangan akses layanan kesehatan gratis yang dibiayai pemerintah.
“Langkah Pak Bupati sudah tepat sembari menunggu perbaikan data yang akurat dari gampong. Apalagi kesehatan menyangkut sisi kemanusiaan,” kata Abi Roni, Jumat (08/05/2026).
Ia menambahkan bahwa ketidaksinkronan data ini tidak hanya terjadi di Abdya, tetapi juga menjadi persoalan di daerah lain. Fokus utama saat ini adalah memastikan warga miskin dan penyandang disabilitas tidak terabaikan hanya karena kendala teknis di tingkat pendataan.
Tim Verifikasi Dinas Sosial Mulai Benahi Data Gampong
Guna menyelesaikan akar masalah, DPRK mendukung pembentukan Tim Verifikasi Desil oleh Dinas Sosial. Tim ini bertugas melakukan validasi ulang di tingkat gampong agar program JKA benar-benar tepat sasaran dan memiliki landasan data yang kuat.
“Tidak boleh ada masyarakat yang berhak mendapatkan fasilitas JKA malah terabaikan karena persoalan data,” ujar Abi Roni menegaskan komitmen lembaga legislatif dalam mengawal proses tersebut.
Abi Roni juga mengimbau masyarakat untuk proaktif mengecek status desil masing-masing di desa. Akurasi data di tingkat bawah menjadi kunci utama agar pelayanan kesehatan di RSUD Teungku Peukan dapat berjalan maksimal secara berkelanjutan.
“Mudahan-mudahan persoalan ini segera mendapatkan titik terang, dan masyarakat bisa terlayani maksimal saat berobat,” pungkasnya.