BANDA ACEH — Pawai Ta'aruf yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Besar ini bukan sekadar arak-arakan biasa. Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Besar, Rusdi, menegaskan kegiatan ini merupakan media dakwah dan syiar Islam yang mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat.
"Pawai yang akan berlangsung pada (15/6) di kawasan Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya tersebut merupakan salah satu upaya syiar Islam dan menjadi sarana refleksi serta penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat," kata Rusdi di Lambaro, Selasa.
Dua Kategori Lomba: Mobil Hias dan Pejalan Kaki
Pihak penyelenggara membagi perlombaan pawai ke dalam dua kategori. Pertama, Pawai Ta'aruf mobil hias yang menggunakan kendaraan jenis L-300. Kedua, Pawai Ta'aruf pejalan kaki yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Peserta berasal dari gampong, majelis taklim, pelajar, hingga organisasi kemasyarakatan. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif.
Rute Pawai Sepanjang Jalan Utama Lambaro
Rute pawai pejalan kaki dimulai dari kawasan Masjid Jamik Lambaro yang juga merupakan lokasi MPP. Peserta akan melintasi Bundaran Lambaro, kemudian menuju Simpang Lamreung dan kawasan Meuligoe Wali Nanggroe.
Setelah itu, peserta kembali ke titik akhir di Masjid Jamik Lambaro/MPP. Rute ini dirancang agar pawai bisa disaksikan oleh warga di sepanjang jalan utama Lambaro.
Mempererat Ukhuwah Islamiyah di Bulan Muharram
Rusdi berharap kegiatan ini dapat mempererat ukhuwah islamiyah serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menyambut Tahun Baru Hijriah. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar juga mengajak masyarakat untuk menyaksikan dan memeriahkan pawai.
"Kami berharap partisipasi aktif dari seluruh masyarakat Aceh Besar. Selain menjadi ajang syiar Islam, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat ukhuwah islamiyah serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menyambut Tahun Baru Hijriah," ujar Rusdi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi keislaman dan memperkuat identitas Aceh Besar sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam. Pawai Ta'aruf digelar sebagai ajang perlombaan sekaligus sarana refleksi bagi masyarakat.