BANDA ACEH — Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Aceh, Syarifah Rahimah, memastikan seluruh bangunan tahap kedua sudah difungsikan. "Kelima lokasi yang dibangun pada tahap kedua ini sudah beroperasi dan telah dimanfaatkan oleh siswa," kata Syarifah, Senin (2/11/2026).
Program Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari kelompok desil 1 dan 2, yaitu keluarga miskin dan miskin ekstrem. Setiap kompleks dirancang berasrama dengan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan.
Sebaran Siswa: Bireuen Terbanyak, Nagan Raya Paling Sedikit
Dari 1.932 siswa yang tercatat, Kabupaten Bireuen menampung 434 orang dan Aceh Besar 426 siswa. Kota Subulussalam menyusul dengan 401 siswa, Kota Lhokseumawe 341 siswa, dan Kabupaten Nagan Raya 330 siswa.
Angka itu masih jauh di bawah kapasitas terpasang. Satu kompleks mampu menampung hingga 1.080 siswa, sehingga lima sekolah di Aceh berpotensi menampung sampai 5.400 siswa.
Bukan Cuma Kelas: Asrama, Rumah Guru, sampai Lapangan Bola
Setiap kompleks dilengkapi gedung pendidikan untuk tiga jenjang, asrama putra dan putri, serta rumah susun guru. Fasilitas penunjang meliputi gedung serbaguna, masjid, kantin, dapur dan gudang, rumah tamu, rumah pompa, rumah genset, TPS, dan area parkir.
Di luar bangunan, tersedia lapangan sepak bola dan lapangan basket. Siswa juga menerima pakaian sekolah, pakaian sehari-hari, dan kebutuhan pribadi selama mengikuti pendidikan.
Untuk konsumsi, pihak sekolah menyediakan makan tiga kali sehari ditambah makanan ringan dua kali sehari. Fasilitas itu diberikan agar kebutuhan dasar siswa tetap terpenuhi selama belajar dan tinggal di asrama.
Dari Desil 1 dan 2 ke Bangku Sekolah
Pemerintah menempatkan Sekolah Rakyat sebagai jalur pendidikan bagi anak-anak yang selama ini paling rentan putus sekolah. Dengan sistem berasrama, siswa dari keluarga miskin ekstrem tidak perlu memikirkan biaya transportasi harian maupun tempat tinggal.
Lima sekolah di Aceh menjadi bagian dari perluasan program tahap kedua. Pemerintah belum merinci apakah akan ada penambahan kompleks baru di provinsi ini pada tahap berikutnya.