Pencarian

770 Peserta dari 23 Kecamatan Ikuti MTQ ke-XXVII Pidie, 8 Cabang Diperlombakan Mulai 7 November 2026

Selasa, 03 November 2026 • 15:01:01 WIB
770 Peserta dari 23 Kecamatan Ikuti MTQ ke-XXVII Pidie, 8 Cabang Diperlombakan Mulai 7 November 2026
Kafilah dari 23 kecamatan di Kabupaten Pidie mengikuti MTQ ke-XXVII dengan total 770 peserta.

PIDIE — Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Pidie yang juga Koordinator Lapangan MTQ ke-XXVII, drh. H. Fazli, M.Si., menyatakan seluruh kecamatan di Kabupaten Pidie mengirimkan kafilahnya. Jumlah peserta tahun ini tersebar merata dari 23 kecamatan, tanpa ada kecamatan yang absen.

Delapan cabang yang diperlombakan mencakup Tilawah, Qira'ah Sab'ah, Fahmil Quran, Khattil Quran, Tafsir, Syarhil Quran, Karya Tulis Ilmiah Al-Quran (KTIQ), dan Tahfiz Al-Quran. Seluruh cabang berlangsung selama sepekan penuh.

Empat Lokasi Lomba, Mimbar Utama di Lapangan Mutiara Timur

Mimbar utama MTQ ditempatkan di Lapangan Sepak Bola Mutiara Timur. Tiga lokasi perlombaan lain berada di Masjid Al-Huda Blang Malu, SMA Mutiara, dan SDN 1 Mutiara Timur.

Fazli menyebut kesiapan pelaksanaan sudah mencapai sekitar 90 persen. Panitia optimistis seluruh kebutuhan kegiatan rampung sebelum pembukaan pada Sabtu, 7 November 2026.

"Sebanyak 770 peserta dari 23 kafilah kecamatan akan bertanding pada delapan cabang lomba, selama satu pekan, mulai 7 sampai 13 November 2026," kata Fazli kepada PORTALNUSA.com, Selasa, 3 November 2026.

60 Dewan Hakim Independen Dilibatkan demi Objektivitas Penilaian

Untuk menjaga objektivitas, panitia melibatkan 60 dewan hakim independen. Mereka bertugas menilai kemampuan peserta di setiap cabang perlombaan.

Jumlah hakim yang cukup besar itu diproyeksikan mempercepat proses penjurian di delapan cabang yang berjalan paralel. Penilaian independen juga menjadi penjaga kredibilitas hasil MTQ di mata kafilah kecamatan.

Biaya Makan Peserta Diserahkan ke Warga Pemilik Rumah Pemondokan

Penyelenggaraan MTQ kali ini diarahkan pula memberi manfaat ekonomi bagi warga Kecamatan Mutiara Timur. Panitia melibatkan pemilik rumah pemondokan kafilah dalam penyediaan konsumsi peserta.

Skema serupa diterapkan untuk kebutuhan konsumsi dewan hakim, dengan warga setempat sebagai penyedianya. Fazli menegaskan masyarakat tidak sekadar menjadi penonton, tetapi turut mengambil bagian dalam penyelenggaraan.

"Dampak ekonomi yang ingin kita hadirkan adalah keterlibatan langsung masyarakat. Seluruh biaya makan peserta MTQ diserahkan kepada masyarakat pemilik rumah pemondokan kafilah," ungkap Fazli.

Dengan pola itu, MTQ ke-XXVII Pidie diharapkan berfungsi ganda: sebagai agenda syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani, sekaligus penggerak aktivitas ekonomi warga Mutiara Timur selama sepekan kegiatan.

Follow www.iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: portalnusa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks