Tunjangan Guru di Daerah Bencana Aceh dan Sumatera Dicairkan Tanpa Kewajiban Jam Mengajar
Aceh, 27 Januari 2026 - Pemerintah memastikan pencairan berbagai tunjangan bagi guru yang bertugas di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilakukan tanpa syarat pemenuhan beban jam mengajar.
Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bentuk perlindungan dan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru yang berada dalam kondisi darurat pascabencana.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menyampaikan bahwa total anggaran tunjangan guru yang telah disalurkan mencapai Rp 500,89 miliar. Penyaluran dana tersebut diberikan tanpa ketentuan beban mengajar sebagai wujud keberpihakan pemerintah kepada tenaga pendidik di daerah terdampak.
“Seluruh tunjangan guru di wilayah bencana diberikan tanpa persyaratan beban mengajar. Total dana yang telah dicairkan mencapai Rp 500,89 miliar,” ujar Atip dalam rapat lintas kementerian penanganan bencana di Sumatera, Senin (26/1/2026).
Selain tunjangan reguler, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga menyalurkan bantuan khusus bagi guru yang terdampak bencana. Hingga kini, bantuan tersebut telah diterima oleh 16.647 guru dengan total nilai mencapai Rp 32,9 miliar.
Pemerintah turut menyalurkan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan Pascabencana (POSP) kepada sekitar 29.000 satuan pendidikan di kabupaten terdampak, dengan total anggaran sebesar Rp 1,98 triliun.
Dalam proses penyalurannya, pemerintah memberikan kelonggaran baik dari segi persyaratan maupun pemanfaatan anggaran, sehingga sekolah dapat menyesuaikan penggunaan dana sesuai kebutuhan di lapangan.
“Persyaratan penyaluran kami buat lebih fleksibel, termasuk dalam penggunaannya agar sesuai dengan kebutuhan sekolah masing-masing,” jelas Atip.
Ia menambahkan, terdapat sebanyak 4.859 sekolah yang terdampak bencana di ketiga provinsi tersebut. Meski demikian, Atip memastikan bahwa seluruh kegiatan belajar mengajar kini telah kembali berjalan normal.
“Alhamdulillah, proses pembelajaran di ketiga provinsi tersebut sudah kembali berlangsung sepenuhnya,” pungkasnya.