Pencarian

DSI Kota Banda Aceh dan Dinas Pendidikan Aceh Perkuat Karakter Remaja Lewat Sinergi Nilai Syariat

Rabu, 04 Februari 2026 • 10:24:03 WIB
DSI Kota Banda Aceh dan Dinas Pendidikan Aceh Perkuat Karakter Remaja Lewat Sinergi Nilai Syariat
Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh dan Dinas Pendidikan Aceh menggelar rapat koordinasi penguatan nilai syariat bagi pelajar SMA dan SMK.

Banda Aceh – Upaya penguatan karakter dan nilai-nilai keagamaan di kalangan remaja terus diperkuat. Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh menjalin silaturahmi sekaligus koordinasi strategis dengan Dinas Pendidikan Aceh, guna membahas penguatan nilai syariat Islam bagi pelajar tingkat SMA dan SMK.

Pertemuan tersebut berlangsung di ruang rapat Kepala Dinas Pendidikan Aceh pada Selasa (3/3/2026), dan menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dalam pembinaan karakter generasi muda di Banda Aceh.

Silaturahmi ini dihadiri oleh Murthalamuddin selaku Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alimsyah selaku Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, serta sejumlah pejabat struktural DSI, para dai dan daiyah perkotaan, hingga tim Media Center DSI Kota Banda Aceh.

Dalam sambutannya, Alimsyah menyampaikan harapannya agar pertemuan tersebut mampu membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan antara DSI dan Dinas Pendidikan Aceh.

Menurutnya, sinergi lintas instansi sangat dibutuhkan untuk menjaga dan menanamkan nilai-nilai syariat Islam di lingkungan pelajar, khususnya pada jenjang SMA dan SMK. Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi diharapkan dapat menjadi contoh dalam pembinaan karakter remaja berbasis nilai keislaman.

Sementara itu, Kepala Bidang Dakwah DSI Kota Banda Aceh, Irwanda M. Jamil, menegaskan bahwa penguatan nilai agama pada usia remaja memiliki peran strategis dalam mencegah penyimpangan moral dan akhlak. Ia menilai kehadiran dai dan daiyah di lingkungan pendidikan sangat penting dalam membentuk karakter Islami yang kuat.

Pandangan senada disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Syariah, Wirzaini Usman. Ia menekankan bahwa penguatan syariat Islam perlu dilakukan dengan pendekatan yang bijak, adaptif, dan sesuai dengan kondisi sosial serta budaya remaja masa kini, agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

Dalam forum tersebut, salah seorang dai, Ustadzah Mukhlisah, menyoroti fase pencarian jati diri pada usia remaja yang sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan. Menurutnya, fase ini harus diisi dengan penguatan nilai agama agar remaja memiliki fondasi karakter yang kokoh.

Dai lainnya yang juga berprofesi sebagai psikolog, Ustadzah Regina, menambahkan pentingnya metode dakwah yang humanis. Ia mendorong adanya ruang dialog terbuka agar para pendidik dan pendakwah dapat memahami persoalan remaja secara lebih mendalam.

Menanggapi hal tersebut, Murthalamuddin menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan inisiatif DSI Kota Banda Aceh. Ia menilai silaturahmi ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarlembaga demi penguatan syariat Islam di dunia pendidikan.

Ia menekankan bahwa pendekatan terhadap pelajar harus disesuaikan dengan perkembangan zaman, serta menempatkan pendidik dan pemangku kepentingan sebagai fasilitator yang mampu memahami kebutuhan dan karakter peserta didik.

Menurutnya, sistem pembinaan dan cara pandang pendidik akan sangat menentukan sikap dan respons terhadap anak-anak. Oleh karena itu, kebijakan dan metode pembinaan harus dilakukan secara bijak dan kontekstual.

Diskusi yang berlangsung hampir dua jam tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan, di antaranya pentingnya penguatan nilai-nilai agama melalui pendekatan dialogis, pembentukan kelompok diskusi pelajar, serta menghadirkan narasumber yang kompeten dan relevan dengan dunia remaja saat ini.

Bagikan
Sumber: syariatislam.bandaacehkota.go.id

Berita Terkini

Indeks